Pulau Bintang dengan Hutan Bakau Terbesar

Pulau bintan merupakan salah satu pulau yang terdapat di Sumatra dan sangat indah sekali. Uniknya, banyak dari pembayaran di pulau ini yang menggunakan dollar dikarenakan mayoritas pengunjung berasal dari wisatawan asing.

Nah, apakah kamu juga tahu bahwa bintan memiliki hutan bakau yang sangat bagus sekali? Ada banyak sekali ternyata fungsi hutan mangrove ini untuk menunjang ekosistem disekitarnya. Ternyata Indonesia sendiri memiliki hutan bakau terbesar di dunia. Indahnya negeriku dengan sejuta keindahan alam dan hasil bumi yang sangat lengkap.

Pada tau tentang fungsi hutan Bakau atau Hutan Mangrove kah? Disini kita akan mengikuti perjalanan @anak_bebek yang berlayar menaiki perahu keicl mengelilingi hutan bakau yang sangat indah dan asri.



Yg jelas Hutan Mangrove ini mempunyai peranan penting untuk kesehatan lingkungan salah satunya adalah “penguraian limbah organik yg terbawa ke wilayah pantai dan bisa juga membantu proses penguraian bahan kimia yg mencemari laut” ⁣

Hhmm penting bukan? Dan Indonesia termasuk salah satu negara kepulauan yg mempunyai Hutan Mangrove terbesar di Dunia.. bangga banget!!! tapi sayang masih banyak yg gak peduli tentang Hutan Mangrove ini, yaaahh kadang dianggap cuma kaya rawa-rawa ajah.. ⁣dan ini Hutan Mangrove Bintan dengan luas lebih dari 100ha dan panjang sungai di 6,8KM menyajikan pemandangan yg cakep banget.

Entah kenapa banyak yg underestimate wisata hutan Mangrove ini, padahal buat gue pribadi menyenangkan bisa berada ditengah sungai diantara jejeran pohon Bakau, bisa liat satwa liat dan tetep dong bisa jadi spot yg photogenic juga.

Coba disini siapa yg pernah ke Hutan Mangrove? Boleh gak sebutkan Hutan Mangrove yg ada di daerah kalian? Kali ajah kita bertemu disana karna gue seneng banget explore Hutan Mangrove.

Masuk kesini di saat pandemi juga akan merasakan amannya dan bagusnya protokol kesehatan yang dijalankan. Jadi berlibur kesini pada saat pandemi tidak perlu takut ya selama masih menjaga dan menaati protokol dan aturan yang berlaku. Aman banget deh pokoknya!

PASOLA, RITUAL PERANG SADIS NAMUN BERSAHABAT

Halo selamat siang dari area Pasola, di Wainyapu, Sumba Barat Daya. Huaaaaaa…. suasana di sini rame bin meriah banget ! Seperti semua orang menuju titik ini untuk menyaksikan event yang cuma terjadi setahun sekali ini ! Yay! (lagi-lagi) Devmin beruntung bisa menyaksikan langsung event langka ini ! “Devmin, Pasola itu apa sih ?

Baiklah, Devmin bakal jabarin secara simpel tentang Pasola. Pasola adalah ritual perang adat yang dilakukan menggunakan kuda dengan senjata berupa tombak kayu. Para penunggang kuda adalah laki-laki pilihan dari kecamatan Wainyapu, Kodi Balaghar. Para penunggang biasanya menggunakan ikat kepala yang di sebut kapouta dan kain tenun dipakai menyerupai sarung. “Perang” ini di bagi menjadi 2 kubu. Dimana keduanya akan saling melemparkan tombak kayu dengan kekuatan penuh sembari menunggang kuda dengan cepat. Apabila tombak mengenai lawan, disitulah akan terdengar sorak sorai para pengunjung. Asli ! Itu kalo kena bisa memar bahkan luka serius loh tapi para penonton malah kegirangan. Devmin pribadi mengkategorikan event ini SANGAR dan MAGIS !

Event ini tidak hanya di hadiri oleh warga lokal saja tapi wisatawan mancanegara pun bejibun. Jadi jangan heran kalau banyak orang asing hadir di event ini baik untuk sekedar melihat atau meliput untuk media internasional. Jadi sebagai orang Indonesia kita patut berbangga!

Menurut masyarakat setempat, ritual Pasola biasanya merupakan cerminan sukses atau gagalnya hasil panen di tahun mendatang. Pasola hanya diadakan setahun sekali. Terdapat dua kabupaten yang mengadakan Pasola, yaitu Sumba Barat dan Sumba Barat Daya.

Pasola sendiri biasanya diadakan pada minggu kedua bulan Februari dan Maret setiap tahunnya. Namun tidak ada kepastian dalam penetapan tanggal. Pasola akan diadakan berdasarkan perhitungan peredaran bulan di langit dan ditandai dengan nyale. Tanda-tanda nyale adalah munculnya sejenis cacing laut di pesisir pantai. Apabila nyale telah terlihat keberadaannya maka di hari selanjutnya akan diadakan ritual atau festival Pasola.

Pasola sendiri tidak hanya dipandang sebagai sebuah pesta keramaian. Namun, lebih kepada rasa syukur dan pengabdian kepada para leluhur. Walaupun kedua kubu terlihat saling berperang, tradisi Pasola sebenarnya adalah perekat jalinan kekerabatan, baik antar peserta Pasola maupun masyarakat umum.

Pantai Tiga Warna yang Menakjubkan

Pantai tiga warna merupakan salah satu pantai yang sangat unik di Indonesia. Sesuai dengan namanya, pantai ini memiliki tiga gradasi warna sehingga dinamakan demikian. Pantai tiga warna masih sangat terjaga kebersihan dan keindahan alamnya.

Terdapat banyak wisata yang ditawarkan di pantai tiga warna seperti diving dan snorkeling. Para wisatawan bisa melihat indahnya bawah air di pantai tiga warna ini dengan fasilitas yang ada.

Kembali lagi di rubrik livepost. Dikarenakan setiap harinya muter-muter, membuat YudDevmin gak sempet nulis. Jadi livepost kali ini sebenernya merupakan kegiatan kemarin. Yuk!

Kemarin, YudDevmin jalan-jalan ke salah satu pantai yang lagi hits binggo di Malang Selatan. Yak, Pantai Tiga Warna! Perjalanan dari Malang memakan waktu selama 2 jam menuju arah Sendang Biru. Lalu setelah itu ambil jalan menuju Clungup dan Goa Cina.

Sesampainya disana, kami wajib meregistrasi diri, dikarenakan ada batas maksimal pengunjung untuk mampir ke pantai ini. “Maksimal 100 orang per hari mas,” ujar Pak Supi’i, salah satu anggota PokMasWas (Kelompok Masyarakat Pengawas) yang melindungi daerah konservasi ini.

Setelah meregistrasi dengan biaya 6ribu per orang, kami mewajibkan melakukan list barang bawaan yang berpotensi menjadi sampah. Dari mulai plastik, botol hingga snack. Dan jumlah list tersebut harus sama jumlahnya saat kamu kembali dari pantai. Jika listya tidak sama, ada denda 100ribu per item.

Lalu kami trekking ke pantai selama kurang lebih 45 menit. Dengan jasa sewa guide sebesar 75ribu (wajib per 10 orang) kami melewati 2 pantai sebelum sampai di 3 Warna, yaitu pantai Clungup dan pantai Gatra.

Sesampainya di Pantai 3 warna, kami menikmati pantai tersebut. Sayangnya, saat itu warna air tidak keluar dengan sempurna. Padahal cahaya matahari sedang terik-teriknya. Lalu kami berbincang dengan para guide. “Semuanya swadaya masyarakat Mas, belum ada bantuan dari pemerintah,” kata Mas Supi’i.

Untuk temen-temen yang mampir ke Malang, wajib nih kesini! Semoga sistem cek list barang dan ketatnya kontrol orang yang masuk selalu berjalan dengan baik! Yuk ke Pantai 3 Warna!

Hideo Kojima Mengkritik Media Digital

Hideo Kojima Mengkritik Media Digital

Hideo Kojima Mengkritik Media Digital. Perlu aman kita katakan bahwa Hideo Kojima merupakan personality dalam industri gaming. Bersamaan dengan menjadi chief creative dibalik game seperti seri Metal Gear Solid dan Death Stranding. Kojima juga dikenal sebagai salah satu developer yang paling menyuarakan suaranya dan dia ilustrasikan minggun ini dengan tidak menyaring opini dia dengan media digital.

Media terus menerus berubah dan berevolusi mengikuti selera dunia maya dan cara orang mengaksesnya juga berbeda-beda untuk kebanyakan. Diseluruh perantara ada seperti video games, movies dan tv. Hal ini menjadi sangat jelas dengan bagaimana digital media berubah di satu dekade ini. Satu perlu melihat bagaimana penjualan game digital tersebut dilakukan dan bagaimana juga dengan penjualan CD dan DVD. dan juga cartridge game dengan sangat cepat menjadi bagian yang sudah tidak menjadi tren atau bagian dari masa lalu

Satu hal yang bisa didebatkan adalah hal ini membuat lebih baik. Sejak media membuat lebih mudah diakses dari sebelumnya. Tetapi kojima merasa hal ini dengan sangat berbeda. Di akun twitter personalnya baru-baru ini. Dia menunjukkan CD baru yang dia beli. Dan mengambil kesempatan untuk menceritakan bagaimana CD akan hilang sebentar lagi dan kemudian dia mengikuti beberapa tweet yang dia lakukan untuk melampiaskan rasa kesal dia terhadap bagamana individual akan akhirnya tidak bisa memiliki media digital tanpa inisiatif mereja.

Kojima ekspresikan bagaimana perubahan besar atau kecelakaan diduni. Tuidak peduli itu adalah dari pemerintah, tren atau bahkan ide yang bisa membawa resiko terhadap orang yang memutuskan digital emdia mereka. Walaupun Kojim khawatir terhadap kebanyakan event besar, skala kecil bisa membuktikan kerugian untuk para konsumen untuk mengakses game digital. Hal ini tampak benar dalam video games mengingat sejak toko tersebut tutup secara online dapat membuat banyak game digital tidak dapat diakses lagi sama sekali. Apalagi apabila para pemain tersebut tidak melakukan backup datanya sama sekali kedalam harddisk mereka

Eksplor Kota Semarang dengan Jutaan Tempat Sejarah

Semarang memiliki banyak sekali tempat wisata yang sangat bersejarah. Hal ini disebabkan karena dulunya semarang merupakan salah satu tempat yang dijajah dan dibangun banyak sekali bangunan bekas penjajahan.

Disini kita akan mengikuti perjalanan si travel blogger yang dikutip dari akun instagram @catatanbackpacker yang sudah centang biru ini. Ashari Yudha dan tim sedang mengunjungi kota semarang yang memiliki banyak sekali tempat menarik.

Masih bersama @indtravel jalan-jalan bareng keliling beberapa lokasi wisata menarik di Indonesia, siang ini CatatanBackpacker dan teman-teman mampir ke salah satu spot yang menarik di Semarang, yaitu Sam Poo Kong.

Kelenteng sam poo kong ini memiliki nama asli yaitu sam poo tong yang memiliki arti gua tiga orang sakti. Tempat ini awalnya dijadikan sebagai tempat umat agama buddha sekaligus untuk tempat persinggahan para laksamana yang berperang pada saat itu.

Saat ini kelenteng sam poo kong juga dipanggil oleh masyarakat dengan sebutan kelenteng batu. Hal ini dikarenakan kelenteng ini memiliki bentuk seperti sebuah goa yang sangat besar sekali.

Sam Poo Kong yang terletak di daerah Simongan merupakan sebuah komplek kelenteng yang dulunya merupakan tempat persinggahan pertama Laksamana Tiongkok yang beragama Islam yaitu Laksamana Zheng He/Cheng Ho. Disini terdapat banyak kuil dan altar tempat berdoa, bahkan disatu altar ada jangkar kapal yang cukup besar yang merupakan jangkar kapal Laksamana Cheng Ho.

Menurut cerita, saat Laksamana sedang berlayar di laut Jawa, banyak awak kapalnya yang jatuh sakit. Lalu Laksamana memerintahkan untuk menurunkan jangkar kapal secepatnya. Kemudian merapatlah kapal di Pantai Utara Semarang, dan semua pasukan berlindung di sebuah gua hingga sembuh. Gua itu hingga sekarang menjadi altar utama untuk berdoa bagi para pendatang ke Sam Poo Kong.

Banyak cerita unik disini, yang kerennya diceritakan secara unik dengan pahatan/ukiran tembok tentang perjalanan Laksamana Cheng Ho semenjak meninggalkan Tiongkok hingga sampai di Semarang.

How to get there: Nah ini udah nanya pada bingung, enak naik taksi atau ojek.

Biaya: Rp 3500 masuk komplek, masuk altar utama Rp 20.000

Saran: Panas, bawa payung!

Desa Terpencil dan Misterius di Flores

Wae rebo adalah nama dari sebuah desa yang terletak di flores. Desa ini sangatlah terpencil dan juga misterius karena jauh dari kerumunan. Uniknya, di desa ini hanya terdiri dari 7 rumah yang dipanggil dengan Mbaru Niang.

Masih melanjutkan tulisan selanjutnya, kira-kira apa saja sih yang perlu diperhatikan jika ingin ke Waerebo? Silahkan dibaca!

1. Siapin Uang! Nggak ada ATM disana!
Seingat saya, ATM terakhir adanya di Ruteng. Jadi lebih baik menyiapkan uang untuk biaya selama di Waerebo.

2. Siap-Siap Transportasi Yang Gak Jelas.
Transportasi dari Ruteng ke Denge kadang ga jelas. Kadang dua kali sehari, kadang cuma sekali. Jam nya juga gak jelas. Jadi lebij baik langsung mampir ke terminal Mina dan tanya langsung.

3. Pakai Tas yang Nyaman.
2,5 jam trekking wajib pakai tas yang enak. Karena rutenya terus menanjak. Kalau pegel sih bisa sewa porter, 200 ribu rupiah PP.

4. Berangkat PulangPergi Capek, Mending Nginep.
Kalau mau coba berangkat pagi pulang sore, kayanya kurang oke. Pertama, karena capek. Kedua, kurang menikmati pastinya. Bermalam di Waerebo adalah experience yang tak terlupakan.

5. Pakai Alas Kaki yang Ngegigit!
Licin! Apalagi kalau hujan, bisa berbahaya. Soalnya samping jalurnya itu langsung jurang. Ngeri!

6. Jaket! Dingin!
Jangan lupa bawa jaket soalnya di puncak dingin. Apalagi kalau pas malam dan lagi foto bintang. Wajibbb!

7. Bawa Powerbank atau Batere Cadangan.
Sebenarnya setiap malam ada listrik dari genset. Tapi cuma sampai tengah malam, jadi ada baiknya bawa powerbank atau batere cadangan. Tapi tenang mostly handphone ga akan kepake karena ga ada sinyal diatas.

8. Bawa Hal yang Berguna Macam Buku atau Panel Surya.
Di Waerebo, masih banyak hal yang dibutuhin. Macam buku dan panel surya. Jadi kalau bisa bawa sih untuk mengisi taman buku di Waerebo.

9. Persiapan Fisik!
Ga perlu dijelasin lagi. Trekking biarpun cuma sebentar, tapi cukup menanjak. Minimal lari-lari santai lah tiap hari biar siap jalan!

Apa lagi ya tipsnya? Silahkan di share bagi temen-temen yang udah pernah ke Waerebo monggo!

Tugu Khatulistiwa di Kalimantan Barat

Tugu khatulistiwa terletak di kalimantan barat yaitu tepatnya di pontianak utara. Biasanya tempat ini disebut juga dengan nama equator park. Tugu ini merupakan tempat yang dianggap sebagai ikon kota pontianak sehingga sering dikunjungi oleh para wisatawan. Dilansir dari instagram Ashari Yudha, ini dia ceritanya bersama tim pergi ke equator park.

Sisa-sisa tenaga terakhir! Ya, perjalanan selama 7 hari bersama #ExploreIndonesiaKeren dengan @portraitindonesia dan @exploreindonesia diakhiri dengan satu kunjungan terakhir. Kunjungan terakhir ini sangat spesial karena destinasi ini merupakan destinasi yang paling sering didatangi, mulai dari orang awam hingga orang yang emang kerjaannya ngider.

Pernahkah kalian membayangkan ketika kalian berdiri di tengah lapangan saat siang bolong, tak tampak bayangan sama sekali? Hal itu yang terjadi di kota Pontianak, tepatnya setiap tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September setiap tahunnya. Hal itu disebabkan oleh kulminasi matahari, yaitu saat dimana matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Di saat itu matahari ada di posisi dimana tepat berada di atas sehingga membuat tidak ada bayangan sama sekali pada seluruh objek yang ada di permukaan bumi. Di hari tersebut, telur juga bisa berdiri tegak pada dataran datar karena gaya gravitasi yang kuat yang dihasilkan oleh kulminasi matahari.

Karena kejadian unik ini, Dinas Pariwisata Kota Pontianak setiap tahunnya selalu mengadakan event besar menyambut kulminasi matahari ini. Saat event, dijamin banyak sekali orang yang datang, tak hanya turis saja tetapi hingga ke peneliti asing!

Nah, karena kota Pontianak tepat di titik Khatulistiwa, maka dari itu dibangunlah sebuah tugu besar yang dinamakan tugu Khatulistiwa. Disaat saya berdiri di tugu Khatulistiwa, saya bisa menempatkan dua kaki saya di penjuru mata angin yang berbeda. Yang sebelah kanan berada di garis utara, yang sebelah kiri berada di garis selatan! Wajib dikunjungi kalau kamu ke Pontianak!

Akhirnya usai sudah rangkaian perjalanan #ExploreIndonesiaKeren di Kalimantan Barat. Terima kasih kepada tim @portraitindonesia @exploreindonesia, komunitas @explore_kalbar dan igers Pontianak @ardinnnn_@botengbob dan semua yang membantu tim selama perjalanan. Sampai bertemu lagi di Borneo Road Trip Series selanjutnya!

Arsitek PS5 Mark Cerny Memberikan Rekomendasi SSD

Arsitek PS5 Mark Cerny Memberikan Rekomendasi SSD

Arsitek PS5 Mark Cerny Memberikan Rekomendasi SSD.  Minggu ini sony memberikan isu mengenai update yang sudah lama ditunggu untuk playstation 5 yang membuka fungsi hardwawre dari konsol tersebut. Memberikan ekspansi storage melalui M.2 SSD card Masalah yang ada bahwa tidak ada SSD card ps5 resmi. Pengguna PS5 akan harus menemukan apa yang terbaik dalam ketersediaan dan juga harganya untuk mereka sendiri. Untungnya arsitek ps5 mark Cerny maju kedepan dan memberikan rekomendasi post SSD yyang dia beli umtuk dia sendiri di Twitter.

Dalam pesannya di twitter Cernya memberitahuan followernya bahwa solusinya adalah ini.. Untuk dua gamer yang ada di ps5. Gambar yang dia konekkan adalah WD Black SN850 line dari NVMe SSD milik Western Digital. Dia juga memilih versi yang juga sudah termasuk SSD pereda panas. Dimana mengetahui apa yang Cerny kemungkinan lakukan  jadi ps5 panasnya lebih cepat reda dalam jangka panjang.

Untuk detail lebih mendaetail mengenai perangkat tersebut. Semua yang cerny katakan bahwa dia memilih WD_Black SN850 dari beberapa pilihan SSD yang memberikan 7,000 MB/s waktu readingnya. Yang disarankan waktu membacanya adalah 5,500 MB/s jadi Cerny memutuskan untuk memilih untuk SSD PS5 diatas dari yang disarankan adalah hal yang wajar. untuk size storagenya cerny tidak klarifikasi. Semua SSD di gari SN850 memiliki kecepatan 7,000 MB/s waktu kecepatan membacanya jadi jumlah penyimpanan hanyalah masalah kebutuhan dan harga saja

Mengenai harganya, Cernya memilih SSD yang cukup bisa diterima dan memiliki size yang cukup mahal. Tergantung dari kebutuhan pemilik PS5. Ada yang 500GB, 1TB dan pilihan 2TB untuk WD_Black SN850. Mereka berharga sekitar $150, $230 dan juga $529. Perlu diingat juga versi heatsink setiap SSD yang Cerny putuskan untuk beli untuk dirinya sendiri akan menambahkan harga $20 untuk setiap harganya. Hal ini memang tidak mesti dibeli. Tetaou hal ini tidak ada yang mencobanyanya dulu dan melihat apakah heatsink tersebut benar-benar dapat membantu ps5 atau tidak

Wisata Rakyat dan Dikira Bule Asing di Lombok

Ketika traveling, biasanya saya mengeksplor aneka macam destinasi. Tak hanya landscape, tetapi destinasi budaya dan kuliner juga sering saya kunjungi. Tetapi, ada satu jenis destinasi yang saya jarang kunjungi, seperti wisata rakyat. Saya menyebutnya wisata rakyat karena hampir semua kalangan mendatangi destinasi tersebut (bukan hanya photographer, pecinta alam, traveller, atau anak muda kekinian yang aktif di media sosial).

Kali ini, saya diajak oleh teman-teman @lombokJJ mengunjungi Taman Narmada. Siang itu amat panas, apalagi saya dan Mas Fahrul mengendarai sepeda motor. Udara kering menusuk, belum lagi asap kendaraan memperparah kondisi. Tas carrier yang menumpang di pundak semakin menguji kesabaran siang ini.

Usai memarkir, saya segera membawa carrier (karena tak mungkin ditinggal diatas motor) dan memakai topi yang sengaja saya bawa. Mas Fahrul mengantarkan saya kearah loket masuk. Karena Mas Fahrul yang mentraktir saya jalan-jalan hari ini, jadi didepan loket saya hanya asik menunduk sambil main handphone.

Tak lama, Mas Fahrul kembali dan kami masuk kedalam gerbang. Saya yang penasaran akan harga tiket, meminta tiket masuk yang sudah dibeli. Mas Fahrul meraih kantongnya, lalu memberikan karcisnya kepada saya.

“Lho, Mas kok karcisnya gini?” tanya saya.

“Ha? Kenapa apanya?”.

“Ini, turis asing. Mukaku bule emangnya Mas?” jawab saya kebingungan.

“Lho aku baru ngeh Mas serius. Kok turis asing ya?”.

Kami tertawa saat itu, tak pernah menyangka hal itu akan terjadi. Saat itu, memang saya menggunakan topi dan membawa carrier, yang terkesan turis banget. Apalagi, wajah saya tak terlihat kegantengannya akibat asyik bermain handphone. Tapi saya tak kembali ke loket, karena saya pikir ya sudahlah, hitung-hitung menyumbang ke daerah. Mungkin, saya mirip turis Jepang.

Ternyata taman Narmada yang saya datangi merupakan wisata rakyat. Banyak sekali warga Lombok bahkan turis yang datang hari ini. Dan serunya, semua kalangan bisa menikmati tempat ini. Bukan hanya anak muda yang masih kuat trekking ataupun destinasi yang harga tiket masuknya keterlaluan.

Kapan terakhir ketempat kayak gini?

Source : instagram @catatanbackpacker

Bandung Kota Lautan Api Penuh Sejarah

Bandung yang memiliki julukan kota lautan api ini rupanya pernah terbakar habis pada tahun 1946 yang membuatnya mendapatkan nama tersebut. Namun, banyak sekali sejarah di Bandung yang sekarang telah menjadi memori dan juga cerita yang sangat menarik.

Ternyata emang betul kalau orang bilang bahwa Bandung diciptakan ketika Tuhan tersenyum. Tapi tahukah kamu bahwa ada juga objek wisata di Bandung yang diciptakan karena ada cerita kesedihan dibaliknya?

Bandung emang memiliki banyak banget spot wisata menarik, yang bikin plat B dan plat-plat lainnya gak pernah bosen mengunjungi kota kembang ini, apalagi pas weekend. Alasannya banyak sekali, hanya sekedar mau kulineran, mau belanja baju, mau kunjung pacar, bahkan mau berwisata ke destinasi unik yang mungkin nggak ada di Jakarta. Salah satunya adalah desa wisata Alam Santosa, yang berlokasi nggak jauh dari kota Bandung, hanya sekitar lima belas menit saja.

Percaya nggak sih, dulunya desa wisata Alam Santosa ini dibangun karena rumah pemiliknya yaitu Pak Eka Santosa pernah terendam banjir. Karena rumahnya terendam banjir, Pak Eka penasaran kenapa kok bisa banjir. Taunya setelah diteliti, banyak lahan yang gundul di daerah Bandung bagian timur, yang akhirnya membuat Pak Eka berinisiatif untuk merecovery alam dengan caranya sendiri. Awalnya Pak Eka menanam aneka pohon di lahannya, setelah mulai banyak, Pak Eka membangun bangunan yang tentunya bersinergi dengan alam. Eh makin lama, makin luas deh. Akhirnya dikasih nama Desa Wisata Alam Santosa. Gak heran, kalau mengunjungi Desa Santosa, adem banget! Segala macam pohon ada, lalu ada juga replika rumah adat Sunda, dan masih banyak hal lainnya.

Selain itu banyak kegiatan tradisional yang bisa kita lakukan di sini. Misalnya belajar tari dan musik tradisional, lalu membuat anyaman ataupun mainan tradisional, dan mencoba kuliner tradisional. Cocok banget buat yang pengen outbond atau sekedar team building. Btw, ada camping ground dan villanya juga, jadi bisa sekalian main.

Jadi intinya meskipun kamu sedang bersedih misalnya gegara kebanjiran, tetap aja ada jalan untuk kreatif dan bermanfaat untuk orang lain.

Source : instagram @catatanbackpacker