Tempat yang Wajib Dikunjungi Saat Winter di Jepang

Onuma Park

Nungguin mancing ikan lebih lama dari nunggu jodoh. Walaupun nungguinnya so lama, akuh kan bosenan jadi emang ga pernah cocok sama kegiatan mancing, tapi ini pertama kalinya mancing di danau es jadi masa ga nyobain, ya ngga? Jadi karena danaunya beku, dibikin lubang dulu (ada alatnya kaya bor gitu), siapin pancingan dan umpan umpan umpan lalu sila menunggu.

Hakodate – Hokkaido

Putih semua! Musim favorit gue di Jepang memang sakura, cakepnya gawat sih, tapi klo winter cakepnya nyebar banget, jalanan aja jadi cakep banget soalnya semuanya putih-putih, super lafff.

Miyagi Perfecture

Saya selalu mengasosiasikan surga dengan biru, karena laut telah menjadi surga saya tetapi hari ini saya menyadari bahwa putih juga warna surga. Jadi akhirnya, akhirnya bisa ngeliat monster salju di Sumikawa Snow Park di Miyagi, Jepang. Mengapa akhirnya?

Karena taun lalu ke sini pas lagi badai salju gitu jadi pas udah naik mobil salju, baru jalan sebentar lagi udah pasti balik lagi ke pos, mana ga keliatan apa-apa putih semua, plus dingin parah wkwkwk, tapi semuanya terbayar hari ini, cuaca super duper bagusss , langit biru clear dan.. ga gitu dingin! Bisa lepas jaket wkwkwk, sampe guide di sini bilang ini cuaca bagus selama tahun ini yeay!! Kadang emang ada beberapa tempat ga bisa langsung dapet pengalaman terbaik, mesti sabar dan tau-tau dikasih yang da best!

Pengen guling-guling di salju tapi takut nyesel abis itu kedinginan. Pernah terjadi sebelomnya soalnya. Btw buat ke Snow Monster ini kita mesti naik snowmobile, atau bisa juga sambil ski/snowboard.

Buat yang cuma sightseeing aja jadi ikut paket yang naik snowmobile ke spot Snow Monster di Sumikawa Snow Park, harga paketnya start from 4500 yen per person, klo mau yang duduknya lebih enak mendingan naik yang deluxe (7800 yen), soalnya perjalanan dari snowpark center ke area snow monster itu sekitar 1 jam one way. Harga klo lagi high season beda lagi, jd cek harga dulu ya buat tanggal datengnya.

Wisata Lombok Memiliki Banyak Spot Diving Indah

Lombok selalu bikin bahagia, mau pantai bagus, banyak banget. Mau liat sunset? Banyak banget spotnya. Mau adventure? Bisa banget! Mau kuliner? Sudah pasti kita semua tahu bahwa bali sangat banyak kuliner lezat yang memuaskan.

Kembali ke Lombok selalu menyenangkan! Dari trip terakhir ke Lombok gw jadi pengen share beberapa spot yang aku datengin dan sekalian bikinin itinerary buat kalian yang pengen nikmatin Lombok dengan santai, tapi bisa dapet berbagai pengalaman seru!

Buat yang pengen explore destinasi apa aja yang ada di Lombok tapi bingung mulai dari mana dan ke mana aja, aku udah bikinin itinerary Lombok versiku sendiri tentunya di aplikasi kemanayo.id ya!

Nah, di aplikasi Kemanayo.id ,kalian bisa nemuin berbagai itinerary yang seru karena Kemanayo itu itinerary marketplace yang memudahkan banget buat bikin plan travel kalian. Ga perlu screenshot atau ubek-ubek web, udah ada banyak banget itinerary yang dibuat sama traveler atau warga lokal yang memang sudah explore destinasinya dan tempat-tempat rekomendasinya banyak yang unik lho!

Tulamben adalah destinasi yang para pecinta laut sudah pasti akan kembali lagi dan lagi ke tempat ini. Ini spot buat belajar scuba diving juga biasanya di sini soalnya deket banget dari garis pantai, ada area landai berpasir, cocok buat belajar pelan-pelan dan wreck kapalnya selalu cakep, apalagi klo lagi bening airnya!

Kembali ke Tulamben dengan garmindid descent Mk2S. Nyebur tipis-tipis aja, tapi tetep penting cek depth, berapa lama di air, semua otomatis sudah dicatat dengan menggunakan descent Mk2s. Berikut titik koordinat, langsung masuk log map juga, after dive bisa cek tadi di mana aja dan menyenangkan banget, kaya ada logbook otomatis!

Ga cuma buat freedive dan scuba dive, dive com ini enaknya cocok banget untuk dipakai sehari – hari terutama buat kamu yang sangat aktif, semua mode olahraga dan aktivitas fisik ada dan keitung (mayan lah ya biar kaya disemangatin biar ga mager wkwk).

Tempat Wisata Seru yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan

Gunung Penanggungan

Hidup seseru yang kamu mau? Menurutku hidup yang seru adalah ketika kita mau keluar dari zona nyaman dan memulai hal-hal baru. Hal yang tidak kita duga sebelumnya. Seperti kemarin tanpa ada perencanaan aku dan kawan-kawan naik gunung Penanggungan di jawa timur. Memang tidak terlalu tinggi cuma 1653Mdpl tetapi track udah sangat extreme sejak dari pos 2 hingga puncak ditambah kabut dan kencangnya angin.

Tapi ya aku beruntung mempunyai beberapa saat untuk menjepret moment ini. Banyak hal juga yang seru yang aku lakukan seperti berkelana ke Indonesia Timur dengan low budget hahahaha. Menebeng ke rumah orang teman sampai tidur di tempat ibadah. Ya itulah keseruan yang aku mau bepergian tanpa rencana hanya modal mental dan niat.

Masjid Raya Baiturrahman

Salah satu bangunan yang tak roboh ketika tsunami menghantam. Masjid ini begitu megah dengan konsep yang luar biasa. Ada atap besar yang menyerupai payung disisi kanan dan kiri masjid. Halamannya juga sangat luas dan bersih. Kita harus melepas alas kaki ketika masuk ke masjid ini. Disetiap pagi dan sore selalu ramai oleh kunjungan wisatawan lokal. Tapi tak usah kuatir masjid ini bersih karena setiap pagi dan sore juga masjid ini selalu dibersihkan. Pembersihannya pun sudah modern dengan mobil pengepel lantai (aku tak tau namanya).

Danau Labuan Cermin

Merupakan danau yang unik dan sangat susah untuk dijumpai di danau-danau lainnya di Indonesia Bahkan Dunia. Di danau ini terdapat 2 rasa pada airnya diatasnya merupakan air tawar dan dibawahnya adalah air asin. Terdapat ikan juga dibagian bawah. Dan 1 hal lagi air disini super bening. Untuk kesini anda bisa melalui jalur darat maupun laut.

Kalau jalur darat ditempuh sekitar 9 jam dari Pulau Derawan sementara jalur laut ditempuh dengan waktu 3 jam dari Pulau Derawan menggunakan speedboat.Disini juga ada larangan dimana wanita yang sedang halangan (haid) dilarang berenang di danau ini. Untuk spot foto disini ada banyak banget mulai dari underwaternya di antara pohon tumbang atau di atas kapal seperti foto ini.

Pendakian Gunung Kerinci yang Ada Di Sumatra

DANAU KACO (JAMBI)

Terletak di ketinggian 1298mdpl dan masih berada dalam kawasan TNKS (Taman Nasional Kerinci Seblat), dengan luas kurang lebih 30x30m dengan kedalaman yang masih belum diketahui secara pasti. Asal muasal nama “Kaco” ini jika dalam Bahasa Indonesia adalah “Kaca”. Artinya, danau ini sangat JERNIH dan BENING seperti kaca.

Yang unik dari danau ini adalah warna airnya yang benar-benar BIRU, dan habitat ikan yang menghuni danau tersebut adalah IKAN SEMAH. Namun, ikan yang terdapat di Danau Kaco ini DILARANG dikonsumsi menurut kearifan lokal. Untuk menuju Danau Kaco, kita harus melakukan JUNGLE TREKKING sejauh 6km (2-3jam) dengan medan landai yang terkadang berlumpur, sesekali tanjakan, dan tidak lupa PACET yang ikut menemani trekking agar lebih seru.

Terdapat banyak sumber air yang bisa kita temui sepanjang trekking, yakni terdapat sekitar 4-5 anak sungai yang mengalir jernih sepanjang jalur dan terdiri 2 pos yakni Shelter 1 dan Shelter 2.

Anyway, kalo kalian punya JASA OPEN TRIP atau paket wisata kemanapun mulai dari yang mainstream sampai anti-mainstream, kalian bisa daftar sebagai VENDOR PAKET WISATA ke aplikasi Trip Dixi (Android and IOS) dengan cara REGISTRASI terlebih dahulu, daftar sebagai vendor lalu jual trip di aplikasi tersebut, dan ini marketplace nya sudah go international. Siapa tahu ini bisa jadi potensi penghasilan anda.

Kerinci, memiliki cerita sendiri dalam pendakian kali ini, penuh emosional, BUKAN karena jalurnya yang asik dan keren (banget),BUKAN karena cuacanya cerah walau kadang datang kabut gelap yang menusuk tulang, TAPI karena adanya keterikatan emosional dengan team darmawisata.id yang bisa dibilang “tidak biasa”.

Kami yang terdiri dari kurang lebih 12 orang, dengan cerita yang berbeda, tingkat ego yang berbeda, prinsip yang berbeda, namun disatukan dalam perjalanan expose sumatra selama 40 hari. Iya, memang tidak mudah untuk evaluasi, introspeksi diri, dan terbuka antar anggota team. Namun, di hari yang ke 31 ini, sebenarnya saya pribadi sudah merasakan bahwa inilah keluarga kami tanpa perbedaan apapun. Saya nyaman.

Dan saya benar2 banyak belajar bahwa inilah momen dimana kita sebagai team harus ikhlas dan berjiwa besar dalam menghadapi konflik apapun untuk menjaga kekompakan team kami. Bagi saya, pendakian Kerinci inilah yang menjadi klimaks dari perjalanan 40hari expose sumatra ini. Karena di sinilah kami benar2 di uji untuk susah bersama, mengadu emosional bersama, tapi tetap menikmati setiap proses pendakian dengan canda tawa.

Terimakasih Kerinci atas kisah klasik asik yang telah kami lalui. Semoga di pendakian selanjutnya, akan terjadi kisah yang lebih gila lagi. Mungkin next time jalur Solok?

Pemandangan yang Indah Seperti Lukisan di Sungai Mekong

Aku gak pernah sekalipun mendengar nama ‘Chiang Khong’ sampai hari H keberangkatanku menuju Chiang Rai. Niat awalku dan Ruci adalah mengunjungi Blue, White and Big Buddha temple. That’s it. Ternyata eh ternyata…hotel yg kami booking berjarak puluhan kilometer dari downtown Chiang Rai. Panik karna sudah booking & jika cancel—no refund. Awalnya tergiur oleh foto di web, hotel ini menawarkan infinity pool yg menghadap ke sungai. Entah sungainya di mana, aku dan Ruci nggak ngecek sama sekali.

Barulah di hari H, kami keteteran. Langsung cari di maps, letak hotel & downtown kota berapa jauh, ada public transport atau nggak, dll. Ruci stress. aku? Santuy~ Bagiku, ini bukan masalah besar karna aku pernah tersesat lebih parah : tanpa hp, tanpa uang sepeser pun dan nyeker tanpa alas kali kayak gembel di Hong Kong.

Dan aku selalu percaya, rencana Tuhan selalu lebih indah pada akhirnya. Kami dpt sunrise yg sangat indah, berlatar sungai mekong yg membelah negara Thailand & Laos. Chiang Khong ternyata adalah perbatasan, titik di mana para pengelana bisa menjumpai dua negara ini dan juga awal semua petualangan yg hendak melintasi batas negara.

Ada yg punya pengalaman get lost dan ternyata dapet momen yg unexpected?

2021 bukan cuma sekedar lembaran baru dan menuntaskan apa yg tertunda sebelumnya. Jujur tahun saya nggak ada plan traveling ke negara apapun ataupun ambisi besar motret abcd. Cuma ingin lebih memaksimalkan potensi diri yg ada, mengerti lebih banyak apa yg hati inginkan dan harus lebih bahagia.
Sederhana tapi tetap bermakna.

Namun semesta berkata lain, saya pun akhirnya melanjutkan perjalanan traveling dan memotret banyak spot indah di berbagai macam belahan dunia. Salah satunya adalah sungai mekong yang saya ceritakan disini. Mengunjungi sungai ini pun tidak termasuk dalam rencana saya sebelumnya.

Saya sungguh berterimakasih atas apa yang saya lalui. Hal baik dan kurang baik yang saya lewati memiliki peran masing – masing dalam membentuk diri saya menjadi individu yang lebih baik lagi setiap hari.

Resolusi Menyambut Tahun Baru Penting untuk Refleksi Diri

Terima kasih untuk tahun 2020! 2020 seperti sebuah roller coaster. Awal tahun dimulai dengan perjalananku bersama Jack, seorang teman yg jg fotografer asal Hong Kong di Bali. Scene lantas berpindah ke Sukabumi, sebuah destinasi yg sudah lama kuimpikan. Lalu titik ‘wanderlust’ku berhenti di antara kesunyian Blue Mountain National Park, New South Wales – Australia.

Selama berbulan bulan, adrenalineku terbelenggu di dalam kotak perasingan, kamar yg selalu menemani keseharianku ternyata bisa menjadi sebuah penjara. Ketika asa telah pupus oleh makhluk yg bahkan tidak bisa terlihat dgn kasat mata. Yg ‘katanya’ hanya konspirasi, ternyata bukan kabar burung belaka.

Rantai mimpiku seketika hancur, tak bersisa. Ada Tanzania, Namibia, Zimbabwe, Jepang, Thailand, Laos, Cambodia, Iceland, Norway, UK, dan sederet kosa kata kenegaraan lainnya yg tetap hanya tergantung dalam pikiran tanpa nyata di 2020.

Detik semakin bergulir dan aku semakin yakin, 2020 bukanlah musibah. Bukan, tegasku. 2020 menuntunku secara eksplisit, bahwa kita harus selalu punya goal lain, worst case – jika puncak itu sirna, hilang, apakah kamu siap turun ke bawah , lalu mengulang dari 0 mencari puncak yg lain?

Bukankah hidup ini adalah sebuah ‘challenge’ ? Apa artinya hidup jika hanya tenggelam dalam kenikmatan semata tanpa belajar untuk kembali ke permukaan dan melihat peluang lainnya?

Terima kasih 2020 yg mendekatkanku dgn keluarga, yg membuatku lebih berani dalam melangkah, yg memperkenalkanku dgn lebih banyak orang mengagumkan.

Semenyeramkan apapun trek roller coaster, pasti selalu ada ujungnya, dan tentunya, ada pengalaman yg bisa diceritakan kelak, di momen yg akan datang ketika sudah memasuki babak akhir.

Pelajaran untuk 2021 :

• Jangan pernah takut untuk berkata tidak.
• Kita adalah manusia, bukan robot. Kesalahan dlm bekerja adalah hal lumrah, pelajari sumbunya lalu maafkan dan benahi.
• Menabung waktu itu penting. Biasakan untuk bangun dan tidur lebih awal.
• Jangan terus berlari. Ada kalanya, kita butuh istirahat sejenak, tenangkan pikiran, lalu susun strategi berlari agar bisa lebih kencang.
• Pengalaman lebih berharga daripada uang.
• Menabung pangkal kaya itu salah. Yg benar : investasi pangkal kaya.

Candu Mendaki Gunung Sejak Pertama Kali Melakukan Trekking

Dapat dikatakan bahwa saya sangat candu dalam mendaki gunung. Pendakian pertama saya dimulai pada bulan Desember 2012 dimana pertama kali saya mendaki gunung Papandayan. Hal yang membuat saya jatuh cinta adalah ketika saya dapat melihat pemandangan alam yang sangat indah bak lukisan dari gunung.

Embun pagi hari, matahari yang bersinar terang, serta kehangatan api unggun di malam hari membuat saya sangat jatuh cinta kepada gunung. Sampai saat ini saya tidak pernah sedikit pun hilang rasa untuk trekking gunung. Setiap perjalanan pendakian yang panjang dan melelahkan menjadi rindu bagi saya jika sedang tidak berada di gunung.

Menunggu matahari terbit dan berpamitan dengan matahari yang terbenam adalah hal yang sangat indah jika dilakukan sambil bersantai di puncak gunung. Apalagi jika teman sependakian yang kompak akan selalu melengkapi setiap perjalanan yang dilewati. Rasanya saya sangat ingin sekali mendaki semua gunung yang ada di Indonesia dan meliat pemandangan tanah air tercinta dari setiap atap gunung yang ada.

Indonesia dikenal juga dengan negara ring of fire yang berarti banyak sekali terdapat gunung berapi di negara ini. Gunung – gunung tersebut berjajar dari Sabang sampai Merauke dan memiliki pesonanya masing – masing. Salah satu gunung berapi yang paling saya suka adalah Gunung Rinjani. Rasanya sangat tenang sekali ketika melihat pemandangan dari puncak gunung yang indah ini.

Papah – ndayan adalah gunung favorit buat pendaki di sekitaran Jawa Barat dan Jakarta. Tracknya tergolong sangat mudah untuk yg baru pertama kali ngedaki sekalipun. Sekarang sudah banyak warung, ada toilet dan sumber air bersih melimpah disini.

Gunung papandayan memiliki spot-spot cantik: Tegal alun, Hutan mati, Kawah belerang, pondok salada, spot sunrise, dll. Jadi ga perlu capek-capek banget udah bisa enjoy nikmatin paket lengkap alamnya disini. Jangan datang weekend bagi yang gak suka keramaian.

Jebraw bilang “traveling itu bikin kita bahagia. Dan bahagia itu adalah harta karun bagi bangsa ini, karena dengan bahagia orang-orang akan berbuat ke arah yang lebih baik” yuk Traveling yuk!

Traveling ke Maldives dengan Tour yang Murah

Yang paling menyenangkan ketika tinggal di Thoddo, Maldives kemaren itu adalah nemu banyak spot cakep di pulau ini. Gak perlu effort lebih buat nyari spot cantik buat foto-foto dan santai. Salah satunya spot perkebunan kelapa ini, barisan pohon kelapa yang berjejer rapi sepanjang jalan menuju pantai sangat cantik ketika sore dan pagi hari. Dan juga nggak begitu jauh dari perkebunan ini ada beberapa pantai yang bisa dijadikan tempat untuk bersantai dan menunggu matahari terbenam. Suka banget pokoknya ama Pulau Thoddoo ini, ditambah makanannya yang enak banget! Yuk visit pulau ini bareng maldives low budget!

Selalu seneng tiap nemu spot cakep di Thoddoo tiap mau sunsetan, dan lagi-lagi pepohonan kelapa disini selalu tampak fotogenic. Pulau kecil ini kayaknya menyimpan banyak banget keindahan, mulai dari pantainya, sampai area perkebunannya. Dan disini kita bisa nyoba agricultural tour buat lebih tahu tentang perkebunan di Thoddoo ini. Thankyou maldives low budget for showing us this spot!

Ternyata masih belum move on nih dari keceriaan liburan di Maldives kemaren, ditambah udah kangen aja ama team kemaren (sama kamu jg kangen kok). Banyak banget hal yang bikin gue kangen sama Maldives, salah satunya makanan khas Maldives, sejenis bon cabe dengan olahan seafoodnya, ENAK BANGET! Nah ini gue lagi mau giveaway bareng maldives low budget bagi-bagi 2 toples bon cabe khas maldives kemaren yang gue bawa, caranya jawab pertanyaan berikut “Sebutkan nama salah satu pulau yang gue datengin di Maldives kemaren?”

Hari terakhir kami di pulau hopping yang ada di maldives. Saya sangat terkesima dan terpukau sekali dengan pemandangan ini. Gilak banget sih air lautnya, gradasi dari warna hijau tosca ke biru turquoisenya cakep banget. Puas banget seharian maen di pulau kecil ini. Nah, kalau kalian mau kesini juga, kalian bisa langsung ikut aja trip ke maldives oleh maldives low budget. Nanti ada itinerary untuk mengunjungi tempat ini juga loh!

Travel ke Jepang Memberi Kesan yang Sangat Indah

Pengen ketempat ini dari dulu dan baru kesampean sekarang. Seneng banget rasanya liat Kochian flower ini mulai memerah di musim gugur ini, walaupun belum mencapai puncak merahnya. Di Hitachi Seaside Park ini sebenernya nggak cuma ada Miharashi Hill ini aja, tapi banyak area lainnya, jadi kita akan melihat beragam flora yang tumbuh cantik disini sesuai musimnya.

Oh iya guys, selama di Jepang kali ini gue nggak lepas dari internet agar perjalanan gue lancar, mulai dari yang paling penting yaitu make google maps, sampai cari info recommended destination yang bakalan gue datengin, makanya andalan gue portable wifi dari traveloka bikin trip gue jadi aman, gue tetap terhubung kapanpun dimanapun, pindah kota, dan sampai ke destinasi daerah pinggiran, internetan gue tetap aman!

Kemaren pas ke Hitachi Seaside Park ini banyak banget ketemu sama rombongan kakek dan nenek yang jalan-jalan disini, bahkan hampir semuanya kemaren yang dateng itu para kakek dan nenek. Terus langsung mikir, enak juga ya pas udah hari tua nanti masih sehat terus bisa nikmatin taman secantik ini dengan udara yang bersih. Ya berdoa semoga kita sehat sampai kakek nenek ya.

Lagi lagi kalau inget Kyoto tuh inget film ‘Memoirs of a Geisha’, salah satu film favorit gue. Dan selalu inget lokasi ini yg dijadiin set di film itu, kalau di filmnya sepi banget cuma ada adegan mobil klasik melewati hutan bambu ini, kenyataannya hutan bambu ini dipenuhi banyak sekali turis haha. Ya g difoto ini orang lagi prewedding, pas banget momennnya yaudah gue fotoin.

Fall in Kyoto, terakhir ke tempat ini 2 tahun lalu di moment yg sama pas lagi fall juga. Selalu amazed ama Tenryu-ji temple dan gardennya yang asri banget, apalagi pas mau fall begini, suasananya langsung merah kecoklatan. Peaceful banget suasananya walaupun kadang dipenuhin banyak turis. Tempat ini juga merupakan salah satu tempat yang harus kalian kunjungi ya jika berlibur ke Jepang.